Gen Z Ramai-Ramai Tinggalkan Monstera & Lidah Mertua — Tanaman 'Liar' yang Tumbuh di Selokan Ini Kini Diburu Hingga Rp5 Juta per Batang
Uncategorized

Gen Z Ramai-Ramai Tinggalkan Monstera & Lidah Mertua — Tanaman ‘Liar’ yang Tumbuh di Selokan Ini Kini Diburu Hingga Rp5 Juta per Batang

Gue masih inget, tahun 2024-2025, feed Instagram dan TikTok isinya janda bolong, lidah mertua, sama philodendron pink princess . Harganya sempet melambung, udah kayak investasi saham aja.

Sekarang? Udah, ketinggalan jaman.

Para pecinta tanaman, terutama Gen Z, lagi demam sesuatu yang dulu dianggep sampah. Tau nggak, tanaman Krokot (Purslane) yang dulu tumbuh liar di sela-sela konblok dan selokan itu, sekarang diburu sampai Rp5 juta per batang! 

Gue sempet mikir, “Ini gila atau gimana sih?” Kok bisa gulma biasa tiba-tiba naik daun. Ternyata, ini bukan cuma soal estetika. Ini soal statement.

Gen Z sekarang nggak cuma pengen tanaman yang rapih dan aesthetic kayak Monstera. Mereka bosen. Mereka pengen sesuatu yang “liar”, yang ada ceritanya. Tanaman yang gak perlu perawatan manja karena emang udah terbiasa hidup di selokan itu justru dianggap lebih jujur dan autentik .

Ini bukan sekadar hobi, ini dah jadi gerakan.

3 Tanaman ‘Liar’ yang Lagi Hot & Harganya Bikin Melongo

1. Krokot (Purslane): Si Miliarder dari Selokan

Dulu, tanaman ini dianggap gulma. Sering dicabut, kadang dibiarin mati. Sekarang? Ini primadona.

Kenapa naik daun?
Karena bentuknya yang unik: batang merah merambat, daunnya kecil gempal. Selain itu, Gen Z paling suka cerita “before-after”. Ngeliat tanaman ini yang tadinya cuma tumbuh di sela-sela paving block, sekarang ditaruh di pot keramik mahal dan di-styling aesthetic, itu terasa banget ‘rebel’-nya.

Oh iya, Krokot ini ternyata superfood juga. Kaya omega-3 nabati . Jadi kolektor tanaman hias sekaligus bisa panen buat salad. Lumayan kan?

2. Ciplukan (Golden Berry): Nostalgia yang Dibayar Mahal

Ini favorit pribadi gue. Siapa sih yang pas kecil gak mainan ciplukan? Kita dulu nyari di semak-semak buat dimakan, kadang cuma buat “senjata” ditekan-tekan bunyi “plek”.

Sekarang harganya udah kayak emas. Karena mulai langka dan susah didapat, harganya tembus puluhan ribu per kilogram yang sudah dikemas .

Kenapa naik daun?
Nostalgia. Gen Z (atau bahkan milenial) udah pada kangen sama “rasa liar” masa kecil. Punya satu pot ciplukan di rumah, itu kayak harta karun pribadi. Manfaatnya juga dikait-kaitin sama kesehatan karena kandungan vitamin C-nya .

3. Antanan (Pegagan): Si “Brutal” yang Estetik

Gen Z lagi suka banget sama desain interior yang “liar” (wabi-sabi, jungle core). Pegagan ini cocok banget karena bentuknya menjuntai liar, bukan tegak lurus kayak dikekang. Ini lambang “kebebasan” di mata anak Jaksel.

Dulu nggak ada yang beli, sekarang karena tren dan dikatain “makanan otak” buat ningkatin daya ingat, harganya melambung .

Data: Perbandingan Harga ‘Dulu’ vs ‘Sekarang’

Ini tabel yang bakal bikin lo ngerasa rugi udah nyabutin tanaman ini kemarin:

TanamanStatus Dulu (Pre-2025)Status 2026Harga Pasaran saat Ini
KrokotGulma selokan, makanan kelinciPrimadona SuperfoodRp 50.000 – Rp 5.000.000 (tergantung varian langka)
Monstera VariegataPrimadona“Basic” (Udah mainstream)Stabil, tapi mulai ditinggalkan Gen Z
CiplukanTanaman liar pinggir sawahTanaman Koleksi NostalgiaRp 50.000 – Rp 150.000 per tanaman
Lidah MertuaFavorit kantorDianggap “Membosankan”Harganya jatuh, banyak yang jual lepas

Catatan: Harga Krokot yang Rp5 juta itu biasanya untuk tanaman yang udah “mature” dengan bentuk merambat sempurna atau varian langka dari hasil kultur jaringan.

Risiko “Jadi Korban FOMO”: 3 Kesalahan Fatal Gen Z

Lo liat temen lo posting Krokot estetik, langsung FOMO dan mau beli. Gue ingetin, jangan salah langkah.

Mistake #1: Bayar Mahal untuk Tanaman yang Ada di Selokan Rumah Lo

Ini paling gila. Lo rela bayar 200 ribu buat tanaman liar di pot mungil? Gue saranin, lo cek dulu selokan depan rumah, kebon kosong, atau pot yang lama gak disiram.

Banyakan dari tanaman ini (terutama Krokot & Ciplukan) tumbuh liar dimana-mana . Lo bisa dapet gratis.

Mistake #2: Langsung Pindahin ke Pot Mahal + Tanah Premium

Eits. Jangan terlalu overprotective. Tanaman liar ini terbiasa hidup di tanah keras, panas terik, dan kekeringan. Tiba-tiba lo kasih tanah humus yang subur dan lembab, akarnya malah bisa busuk karena kaget.

Tips: Pake media tanam yang porous (campuran sekam dan pasir). Biarin tanahnya agak kering sebelum disiram. Simulasiin “kondisi liar” biar dia betah.

Mistake #3: Salah Identifikasi, Dapet Tanaman Beracun

Hati-hati. Ada tanaman liar yang mirip Krokot tapi beracun. Begitu juga dengan Kitolod yang mirip bunga, getahnya bikin iritasi .

Jangan asal cabut. Pastikan lo yakin 100% itu Portulaca oleracea (Krokot) atau Physalis angulata (Ciplukan). Lo bisa pake aplikasi PlantNet buat mastiin. Jangan sampai gengsi sosial lo harus dibayar pake gatal-gatal seminggu.

Practical Tips: Gampang Banget Kok

1. Jadi “Hunter” Tanaman Liar

Lo gak perlu jadi korban kapitalisme tren tanaman. bawa gunting, sterofoam bekas, dan jalan kaki keliling komplek. lihat selokan, pinggir tembok, atau pot-pot bekas. Dijamin nemu Krokot atau Ciplukan. Rasanya tuh kayak hunting Pokemon Go versi real life.

2. Styling: Jangan Kebanyakan Pot Keramik

Biarkan tanaman ini keliatan “liar”. Pake pot tanah liat polos atau pot gantung biar batangnya menjuntai natural. Jangan dikasih stake penyangga. Biarkan dia merangkak.

3. Cuci Rimbun

Karena dia dari selokan, pasti ada kutu atau telur semut. Cuci bersih akar dengan air mengalir, rendam sebentar dengan air sedikit deterjen (opsional), lalu pindahin ke media tanam baru.

4. Jual Stek-an

Kalo lo udah punya tanamannya, jangan pelit. Perbanyak pake stek batang. Tanaman liar kayak gini gampang banget tumbuh. jual stek-an lo di marketplace dengan harga miring. lumayan buat beli kopi.

Kesimpulan: Saran Aneh Tapi Realistis (Anti-Bangkrut)

Buat lo yang merasa ketinggalan tren karena gak beli Philodendron Birkin yang harganya menguras kantong, santai aja. 2026 ini Gen Z lagi pusing cari “autentisitas”. Mereka pusing duit beli tanaman mahal.

Tanaman liar > Tanaman Mahal.

Karena tanaman liar tuh gak manja, gak gampang mati, dan punya survival story. Dan yang paling penting, GRATIS.

Jadi, daripada lo habiskan uang jajan buat beli Krokot yang tumbuh di pot fancy seharga gaji 2 minggu, mending lo cabut aja yang ada di halaman kosong depan rumah. Repot dikit, tapi dompet selamat.

Selamat berburu gulma, kawan. Selokan menanti!

Anda mungkin juga suka...